Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

Roadshow Jazz Goes to Campus 2010

Bandung, Judapost – Selasa(16/11), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) mengadakan sebuah acara Roadshow Jazz Goes to Campus (JGTC), untuk mengawali dan mempromosikan acara JGTC yang akan diadakan pada 28 November 2010. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh FEUI, bekerja sama dengan beberapa kampus negeri di Indonesia.

Acara Roadshow JGTC Bandung ini merupakan acara FEUI yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Hima Jurnalistik Fikom UNPAD) yang memiliki kampus di Dago, Bandung.

Roadshow JGTC diadakan di Paris Van Java (PVJ), sebuah Mall di Bandung yang juga merupakan media partner bagi acara JGTC. Bertempat di Sukajadi, Bandung, Mall ini dinilai merupakan tempat yang tepat untuk mengadakan acara JGTC oleh para panitia, karena PVJ dinilai merupakan Mall besar yang menjadi khas bagi kota Bandung.

Seminggu sebelumnya, pada Selasa, 9 November 2010 Roadshow JGTC juga di-selenggarakan di Lapangan GSG Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Dalam kesempatan ini, FEUI bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNDIP, untuk membuat Roadshow JGTC di semarang.

Acara JGTC di Bandung berlangsung dari pukul 15.45 sampai sekitar pukul 20.30 WIB. Persiapan acara Roadshow JGTC ini sempat terganggu karena adanya hujan yang turun sekitar pukul 15.00 WIB, yang mengakibatkan acara ini mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Seusai hujan turun, acara berlangsung kembali sesuai jadwal.

Panitia tidak mengadakan acara ini pada akhir minggu, dan memilih untuk mengadakannya pada hari kerja atau kuliah. Mengingat tujuan segmentasi penonton dari acara ini adalah kalangan muda dan mahasiswa, maka para panitia memiliki alasan untuk tidak menyelenggarakan acara ini pada akhir minggu karena khawatir para mahasiswa tidak berada di Bandung karena pulang ke daerah masing-masing.

Panitia Roadshow JGTC di Bandung terdiri dari 25 orang Mahasiswa Unpad dan 25 Mahasiswa UI. Wakil Ketua JGTC, Arsila Mahandari menyebutkan, pada tahun 2009 JGTC diselenggarakan di Intitut Teknologi Bandung (ITB), dan karena dinilai sukses di kota Bandung tahun lalu, Roadshow JGTC diadakan lagi di kota Bandung pada tahun ini, namun mengambil kolaborasi dengan kampus yang berbeda.

Pada tahun ini, mereka memilih untuk bekerja sama dengan Unpad yang terfokus lagi kepada Hima Jurnalistik Fikom. Awalnya, Roadshow JGTC akan direncanakan di Kampus Unpad Dipatiukur bekerjasama dengan Fakultas Hukum, namun karena beberapa kendala, panitia memilih untuk memindahkan lokasi acara ke PVJ dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi sebagai partner kerjasama.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan beberapa grup Jazz mahasiswa, seperti Multiple Orgasm Blues, sebuah Grup Jazz dari Unpad atau IT Jazz dari ITB. Beberapa grup Jazz yang lain seperti Kristian Darma and the Kriskruise dan Fortune Fever juga ikut meramaikan Roadshow JGTC ini.

JGTC mempunyai Tagline Unleash the Jazz Within. Tagline tersebut menjelaskan tentang semua orang yang memiliki jiwa Jazz, dan acara ini bertujuan untuk melepaskan (Unleash) jiwa Jazz dari dalam diri masing-masing individu, dan meningkatkan kepedulian dan ketertarikan dalam music Jazz. Mereka memiliki misi untuk memberikan kontribusi kepada musik Jazz.

Kebanggaan FEUI sebagai Universitas penyelenggara JGTC terbalaskan ketika acara ini masuk kedalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Festival Jazz tertua di Indonesia. Mengingat acara ini merupakan acara ke-33 yang telah diselenggarakan sejak tahun 1978.

Melihat kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya, Wakil Ketua JGTC, Arsila Mahandari menuturkan harapannya agar acara ini tetap ada di tahun-tahun berikutnya, dan tidak berhenti di tahun ini demi kelangsungan Musik Jazz di kalangan muda.

Minggu, 17 Oktober 2010

Festival Jajanan Bango 2010

Sabtu, 16 Oktober 2010 yang lalu Bandung kembali didatangi oleh kecap bango dengan Event nya Festival Jajanan Bango, seperti tahun-tahun sebelumnya event ini berlangsung di Tegalega dan cukup meriah didatangi oleh para pengunjung.
Acara ini dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00, diisi dengan MC yang ada di panggung besar di tengah lapangan Tegalega, musik-musik, dan sedikit games atau permainan kecil lainnya, namun dibandingkan dengan keramaian di stand makanan, panggung terlihat lebih lenggang dan sepi. mungkin belum ada acara panggung yang besar siang itu.
Konsep acara yang disediakan oleh Bango sederhana, yakni ia mengumpulkan jajanan-jajanan yang terkenal di daerahnya, dan menjadi anggota dari kecap bango. Tentu saja para penjual jajanan ini harus menggunakan kecap Bango untuk semua masakannya.
Para pedagang jajanan pun cukup banyak, lebih dari 50 jajanan terkenal yang tersebar di daerah Bandung berkumpul di Tegalega untuk memeriahkan acara ini. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya stand-stand yang didatangi, beberapa stand bahkan memiliki antrian yang sangat panjang.
Meja makan yang disediakan pun selalu penuh, di tengah keramaian pengunjung, ada banyak meja yang disediakan untuk para pengunjung, bila anda datang ramai-ramai dan ingin makan jajanan yang berbeda, maka meja ini dapat menjadi pilihan, karena ini disediakan untuk fungsi seperti itu. Namun bila anda memiliki selera yang sama, stand juga menyediakan tempat untuk duduk dan makan yang juga selalu ramai oleh pengunjung.
Harga yang ditawarkan juga bersahabat dengan kantong, semua harga yang ditawarkan tidak berbeda dengan yang dijual sehari-hari, hanya beberapa stand yang menjual sedikit lebih mahal, itupun hanya Rp. 1.000 lebih mahal dari biasanya, namun perbedaan harga ini tidak mengurangi keramaian dan antusiasme pengunjung.
Ada wilayah yang dinamakan Kampung Bango, di wilayah ini para pengunjung diperlihatkan bagaimana Bango menggunakan kedelai hitam pilihan sebagai bahan kecap, pengunjung pun bebas bertanya seputar kecap Bango. Untuk masuk ke daerah ini, pengunjung harus memiliki kupon yang didapat dengan membeli kecap Bango, meskipun seperti itu, antrian yang terjadi cukup mengejutkan, pengunjung tampaknya memiliki antusias yang tinggi untuk mengetahui hal-hal kecil seputar kecap Bango. Di pintu keluar Kampung Bango, pengunjung diberikan Topi sebagai kenang-kenangan dan pelindung kepala dari teriknya matahari saat itu.Pengunjungnya sendiri beragam, orang tua atau bahkan anak-anak ikut meramaikan acara ini, kebanyakan dari mereka datang bersama keluarga untuk makan aneka hidangan tradisional yang disediakan disini. Panas matahari tidak mengurangi minat mereka berkunjung ke Festival Jajanan Bango, hanya saja keluhan tampaknya datang dari keramaian meja makan. Beberapa orang terpaksa harus makan berdiri karena tidak kebagian kursi makan, tapi dilihat dari segi makanan dan pelayanan, tampaknya pengunjung cukup puas dan berminat untuk datang lagi pada tahun berikutnya.

Minggu, 10 Oktober 2010

Pasar Seni ITB 2010

Minggu, 10 Oktober 2010 yang lalu, Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan sebuah Event Pasar Seni ITB. Acara ini diselenggarakan di kampus ITB, Jln. Ganesha Bandung. Dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Jalan Ganesha yang berhubungan langsung dengan jalan Ir. H. Juanda (Dago) sudah mulai ramai pada pukul 08.00, keramaian tersebut sudah dimulai dari pukul 07.00 WIB karena adanya Car Free Day setiap hari minggu di Dago. sebagian besar masyarakat menuju kampus ITB pada pukul 08.00 untuk memeriahkan acara yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) ITB.
Kepadatan pengunjung mencapai puncaknya pada siang hari sekitar pukul 12.00, pengunjung yang berasal dari berbagai aspek umur mulai dari anak kecil hingga orang dewasa datang untuk melihat karya seni yang dipaparkan, mengunjungi stand atau hanya untuk mengambil gambar semata. Pengunjung yang datang berasal tidak hanya dari Bandung, namun Jakarta, Bogor dan sekitarnya juga menyempatkan dirinya untuk mampir ke acara ini. Seni yang ditampilkan antara lain seni Rupa, seni Suara dan Seni Gerak/Tari. Terdapat juga benda seni yang dibuat dari limbah plastik, kaleng minuman, bahkan tabung LPG 3kg. Beberapa panitia juga menampilkan puisi, drama dan bahkan beberapa yang lain mondar-mandir di sekitar kawasan ITB sambil membawa slogan seperti "Mulai diet kantong plastik sekarang!!!" dalam rangka mengurangi limbah plastik di daerah Bandung. Ada juga panitia yang menggunakan kostum semut, dan melakukan aksi semut dengan maksud mengingatkan kita agar tetap menjaga kebersihan dan tidak sembarangan dalam membuang sampah. banyak juga seni tradisional yang disajikan di sini, seperti pencak silat dan tarian lainnya. Bahkan pemain yoyo dan Skateboard ikut memeriahkan acara ini.
Ada beberapa stand yang ramai dikunjungi, salah satunya adalah
Body Painting, di stand ini pengunjung bisa meminta kepada Mahasiswa atau profesional lainnya untuk memperindah bagian tubuh yang diinginkan dengan corak dan warna yang indah. Pengunjung stand ini tidak hanya wanita, beberapa pria juga tertarik oleh Body Painting ini, namun tentu saja wanita masih mendominasi stand ini, Acara itu sendiri berlangsung ramai, tidak tampak satupun stand yang sepi oleh pengunjung, kepadatan pengunjung yang luar biasa menunjukan masih banyak orang yang tertarik dalam kesenian, komentar yang didapat dari pengunjung pun cukup bagus. Sebagian besar pengunjung puas dengan acara yang diselenggarakan oleh FSRD ITB ini. Namun, untuk datang ke acara seperti ini lagi, mungkin anda harus menunggu 4 tahun kedepan, karena konon acara ini diselenggarakan setiap 4 tahun sekali.

Cerita sebelumnya